Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2013

Jaringan Ikat Atau Jaringan Penyokong

Fungsi:
- menghubungkan satu jaringan dg jaringan lain
- mengikat, melekatkan/menghubungkan berbagai alat
- mengisi & menyokong tubuh

Minggu, 05 Mei 2013

Zaman Pemerintahan Perancis Di Indonesia

Ternyata tanpa kita sadari bangsa perancis juga menjajah negeri kita. jika kalian ingin mengetahuinya silakan download di SINI

Sabtu, 04 Mei 2013

Kolonialisme dan Imperialisme


Setelah kalian mengetahui pengertian kolonialisme dan Imperialisme, coba ulang sekali lagi apa itu pengertian kolonialisme dan Imperialisme.
  1. Kolonialisme adalah suatu usaha untuk mengembangkan kekuasaan negara diluar wilayah negara tersebut
  2. Imperialisme adalah suatu usaha untuk memperluas kekuasaan negara di luar wilayah negara tersebut.
Selanjutnya, siapa yang membawa kolonialisme dan imperialisme ke Indonesia ???
Ya, benar sekali yang membawa kolonialisme dan imperialisme ke Indonesia adalah bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris.
   Ternyata, bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris membawa kebijakan-kebijakan. Apa saja kebijakan-kebijakan yang ditetapkan di Indonesia? Ya, 100 untuk teman-teman!
Kebijakan-kebijakan tersebut adalah:
  1. Sistem Penyerahan Wajib oleh VOC
  2. Sistem Kerja Wajib (kerja Rodi)
    Ditetapkan oleh Daendels
  3. Sistem Sewa Tanah (Lande Lijk Stelsel)
    Ditetapkan oleh T. S. Raffles
  4. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel)
    Ditetapkan Van den Bosch
Nah, kalian sudah ingatkan tentang sub-bab yang telah dijelaskan oleh teman-teman tadi? Saya hanya mengingatkan lagi.
Kebijakan-kebijakan tersebut ada pengaruhnya untuk rakyat Indonesia.
Berikut adalah 5 kebijakan kolonial dan akibatnya
  1. Sistem Penyerahan wajib oleh VOC
    Dalam kebijakan ini rakyat Indonesia wajib menyerahkan hasil bumi kepada VOC. Hasil bumi itu seperti beras, lada, kopi, rempah-rempah, kayu jati, dan sebagainya. Pengaruhnya rakyat Indonesia bertambah miskin. Petani tidak mendapat hasil panen yang seharusnya diterima.
  2. Kebijakan Kerja Rodi oleh Daendels
    Setelah VOC bubar, Daendels menerapkan kerja rodi membangun Jalan Raya Anyer-Panarukan. Kebijakan ini telah dijelaskan oleh teman-teman. Pengaruhnya banyak tenaga kerja yaitu rakyat Indonesia yang mati. Korban-korban yang sudah mati itu dibuang begitu saja di laut.
  3. Kebijakan Sewa Tanah oleh Raffles
    Ketika Indonesia berada ditangan Inggris, Raffles menghapus kebijakan lama dan mengganti dengan kebijakan baru yaitu sewa tanah. Kebijakan ini sedikit memberi keringanan penderitaan rakyat Indonesia. Dengan adanya kebijakan ini rakyat Indonesia mengenal sistem ekonomi dengan uang.
  4. Kebijakan Tanam Paksa oleh Van den Bosch
    Ketika Indonesia kembali ditangan Belanda, Van den Bosch menerapkan kebijakan tanam paksa. Kebijakan ini sangat memeras rakyat Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan oleh teman-teman tadi tentang penyimpangan cultuur stelsel, kebijakan ini berdampak buruk bagi rakyat Indonesia diantaranya : rakyat semakin menderita, banyak rakyat mati akibat kelaparan, pertanian banyak mengalami kegagalan.
Setelah adanya kebijakan-kebijakan yang menyiksa rakyat Indonesia, tokoh-tokoh pergerakan Indonesia mulai mengadakan perlawanan. Perlawanan terhadap Portugis, dan perlawanan terhadap Belanda. Berikut adalah penjelasannya.
  1. Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap kaum Kolonial dan Imperial
    1. Perlawanan Rakyat Ternate
      Dengan dipimpin oleh Sultan Hairun pada tahun (1565). Dilatar belakangi oleh keserakahan bangsa Portugis, berusaha memonopoli dan ingin menguasai Maluku. Setelah Sultan Hairun menginggal, perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabulah.
2.       Perlawanan Pattimura (1817)
Dilatar belakangi oleh:
q  Kembalinya pemerintahan kolonial Belanda di Maluku dari tangan Inggris
q  Pemerintah kolonial Belanda memberlakukan kembali penyerahan wajib dan kerja wajib
q  Pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan uang kertas sebagai pengganti uang logam yang sudah berlaku di Maluku
q  Belanda juga menggerakan tenaga dari kep. Maluku untuk menjadi serdadu Belanda.
Perlawanan Pattimura akhirnya berakhir tragis. Pattimura ditangkap dan dihukum gantung pemerintah Belanda.
3.       Perlawanan Kaum Paderi (1821-1837)
Dilatar belakangi oleh:
q  Kebiasaan kaum adat di Minangkabau minum-minuman keras, berjudi, dan menyabung ayam
Dipimpin oleh :
ü  Tuanku Imam Bonjol
ü  Tuanku nan Cerdik
ü  Tuanku Pasaman
ü  Tuanku Hitam
Kaum adat yang dibantu oleh Belanda akan lebih kuat menyerang kaum Paderi. Akhirnya Kaum Paderi menyerah pada tanggal 25 Oktober 1937.
4.       Perlawanan Diponegoro (1825-1830)
Dilatar belakangi oleh:
q  Wilayah Mataram yang semakin dipersempit dan terpecah
q  Masuknya adat Barat ke dalam kraton
q  Belanda ikut campur tangan dalam kraton
q  Hak-hak para bangsawan dan abdi dikurangi
q  Rakyat menderita akibat dibebani berbagai pajak
                Antara lain:
                1. Pejongket (pajak pindah rumah)
                2. Kering aji (pajak tanah)
                3. Pengawang-awang (pajak halaman pekarangan)
                4. Pencumpling (pajak jumlah pintu)
                5. Pajigar (pajak ternak)
                6. Penyongket (pajak pindah nama)
                7. Bekti (pajak menyewa tanah atau menerima jabatan)
4.       Perlawanan Rakyat Batak (1878-1907)
Dilatar belakangi oleh:
q  Pemerintah Hindia Belanda berkali-kali mengirimkan ekspedisi milternya untuk menaklukan daerah-daerah di Sumatera Utara
q  Peristiwa terbunuhnya Tuan na Balon (Sisingamangaraja X)
q  Adanya perluasan agama Kristen di daerah Batak.
Dalam pertempuran di daerah Dairi, Sisingamangaraja XII tertembak dan gugur pada tanggal 17 Juni 1907
5. Perlawanan Hasanudin di Sulawesi Selatan (1633 – 1667)
Dilatar belakangi oleh:
q  Kerjaan Gowa-Tallo bersikap anti Belanda karena Belanda menjalankan politik monopoli perdagangan rempah – rempah, politik ekstirpasi dan mencampuri urusan pergantian tahta (politik devide et impera)
q  Belanda berusaha membatasi pelayaran perahu pinisi orang – orang Makasar di Maluku
Sultan Hasanudin membela kepentingan kerajaannya, kepentingan rakyatnya mati – matian melawan Belanda. Namun Sultan Hasanudin dapat dikalahkan dan harus mendatangani perjanjian Bongaya tanggal 18 November 1667.
                              6. Perlawanan Rakyat Bali (1846 – 1849)
                              Dilatar belakangi oleh:
q   Keinginan pemerintah kolonial Belanda untuk menguasai Bali
q   Pemerintah kolonial Belnda ingin menghapuskan hak Tawan Karang yang telah menjadi tradisi rakyat Bali.
                                  Dipimpin oleh I Gusti Ngurah Made Karangasem kemudian perlawanan dilanjutkan oleh I Gusti Ketut Jelantik. Pertempuran berlangsung sangat sengit, semua warga Bali ikut berpartisipasi melawan Belanda. Belanda tak mau kalah, Belanda mendatangkan pasukan besar-besaran. Namun, akhirnya Benteng Jagaraga dapat dikuasai Belanda. Mulai saat itu Belanda menguasai Bali Utara.
Selain perlawanan rakyat Indonesia melawan Belanda dan Portugis, pengaruh yang lain dari kebijakan Kolonialisme dan Imperialisme adalah Persebaran Agama Kristen dan Katolik di Indonesia. Untuk lebih jelas lagi, coba simak slide selanjutnya
Persebaran Agama Kristen dan Katolik di Indonesia
1.       Persebaran Agama Katolik
Persebaran Agama Katolik oleh Missionaris dari Portugis yang bernama Franciscus Xaverius pada tahun 1506-1552. Wilayah persebarannya meliputi Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Ternggara, Jawa Timur, Kalimantan, dan Philipina.
2.       Persebaran Agama Kristen
Persebaran Agama Kristen oleh para anggota Zending dari Belanda yaitu Dr. Nomanssen, Subastian Danchaerts, Adriaan Hulselbes, dan Hernius. Wilayah persebaran meliputi Maluku, Nusa Tenggara, Tapanuli, Jawa, dan Sumatera.  
Akibat yang Ditimbulkan
1)      Rakyat Indonesia mengetahui cara membangun jalan raya
2)      Rakyat Indonesia mengenal sistem ekonomi dengan menggunakan uang
3)      Rakyat Indonesia mengetahui cara bercocok tanam yang baik
4)      Di Indonesia terdapat Agama Kristen dan Katolik
5)      Indonesia memiliki banyak kebudayaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri
Ternyata, dari kebijakan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia terdapat pengaruh dan akibat yang ditimbulkan. Sudah dulu ya kawan, terima kasih atas perhatiannya.







TANAH



 I.      Pengertian
Tanah adalah lapisan kulit bumi yang paling luar yang merupakan hasil dari pelapukan dan pengendapan batuan yang dalam proses terjadinya telah bercampur dengan bermacam-macam bahan organik.
I      I.      Bahan Penyusun Tanah
Tanah tersusun atas  4 bahan utama, yaitu: bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Untuk lebih jelasnya kita bahas satu-per satusecara singkat :
a.   Bahan Mineral
*       Berasal dari hasil pelapukan batuan.
*       Susunan mineral dalam tanah berbeda-beda sesuai susunan mineral batuan induknya (beku, malihan dan endapan)
*       Mineral dapat dibedakan menjadi : mineral primer dan mineral sekunder.
Mineral primer adalah mineral yang berasal langsung dari batuan yang dilapuk, umumnya dalam fraksi- fraksi pasir dan debu. Mineral sekunder baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung, umumnya dalam fraksi liat.
b.   Bahan Organik
*       Hasil penimbunan sisa-sisa tumbuhan dan binatang, sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali menjadi mangsa jasad mikro, sehingga sifatnya selalu berubah atau tidak mantap.
*       Kadar bahan organik pada tanah mineral umumnya < 3%.
*       Berfungsi sebagai perekat butiran tanah, sumber utama unsure N, P dan S, meningkatkan kemampuan tanah dan menahan air dan hara serta sebagai sumber energi bagi jasad mikro.
Komposisi :
*        jaringan asli (bagian akar dan atas tanaman) dan bagian baru yang telah mengalami pelapukan.
*        humus : telah diubah dari sifat aslinya secara menyeluruh, berwarna hitam, bersifat kolodial, kemampuan menahan air dan ion lebih besar dari liat.
c.   Air
*       Dalam tanah terdapat dalam ruang pori tanah. Kuat atau tidaknya air ditahan oleh tanah yang mempengaruhi tingkat ketersediaan air tanah bagi tanaman.
*       Air dalam pori besar umumnya tidak tersedia bagi tanaman karena segera hilang merembes ke bawah.
*       Air dalam pori sedang: mudah diserap oleh tanah.
*       Air dalam pori halus : sulit diambil oleh tanaman. Jadi, tidak semua air dalam tanah tersedia bagi tanaman, sebagian tetap tinggal dalam tanah.
Larutan tanah mengandung garam-garam larut, sebagian besar berupa hara tanaman :
*       N, P ,K Ca, Mg dan S (hara makro)
*       Fe,Mn, B, Mo,Cu, Zn dan Cl (hara mikro)
*       Terjadi dinamika hara dengan adanya pertukaran antara hara dalam larutan dengan yang terdapat di permukaan tanah.
d.   Udara
*       Menempati pori tanah (terutama sedang dan besar)
*       Jumlahnya berubah-ubah tergantung kondisi air tanah.
*       Susunannya tergantung dari
*       Reaksi yang terjadi dalam tanah :
*       uap air > atmosfer
*        CO2 > atmosfer
*       O2 < atmosfer (bervariasi dipengaruhi kandungan CO2 dalam tanah)
III.      Proses terjadinya tanah
Proses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan, baik pelapukan fisika maupun kimia.
Dari proses pelapukan ini batuan akan menjadi lunak dan berubah komposisinya. Pada tahapan ini batuan yg lapuk belum bs dikatakan sbg tanah tetap sebagai bahan tanah (regolith). Proses pelapukan terus berlangsung hngga bahan induk tanah berubah menjadi tanah.
Pembentukan tanah adalah suatu proses dimana batu-batuan terpecah menjadi partikel-partikel kecil bercampur material organik yang membusuk.
Tanah terbentuk bila bahan dasar mulai terpecah atau remuk karena panas dan dingin oleh hujan. Lalu batuan pecah menjadi material induk, yg kemudian pecah lagi menjadi bahan organik. Pada tahapan selanjutnya organisme ikut berperan dalam menguraikan sisa-sisa organisme sehingga menambah organik tanah  sehingga terbentuk lapisan tanah.
IV.      Struktur  tanah
Struktur tanah ada 4, yaitu :
*       Debu
*       Tanah liat
*       Pasir
*       Kerikil
 V.      Manfaat tanah
Tanah memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan manusia. Diantaranya yaitu:
*       Sebagai lahan pertanian, perkebunan, peternakan, serta kehutanan
*       Tanah liat untuk bahan baku industri gerabah dan keramik
*       Tanah kapur untuk bahan bangunan dan industry semen
*       Tanah gambut untuk bahan bakar alternative
*       Untuk menyerap dan menyaring air hujan
VI.      Jenis tanah di Indonesia
No.
Jenis Tanah
Warna
Tumbuhan
Yang cocok
Sebab
Daerah
Keterangan
*        
Endapan (Aluvial)
Cokelat tua
Tanaman pertanian. Seperti: padi, jagung, dll
pengendapan batuan induk dan telah mengalami proses pelarutan air.
Jawa bagian utara,
Sumatra bagian timur, Kalimantan bagian barat dan selatan.
Jenis tanah ini merupakan
tanah subur
*        
Gambut
Cokelat kehitam-hitaman dan cokelat kehijau-hijauan

berasal dari bahan
organik yang selalu tergenang air (rawa) dan kekurangan
unsur hara, sirkulasi udara tidak lancar, proses penghancuran
tidak sempurna
Kalimantan, Sumatra Timur, dan Papua.
kurang baik untuk pertanian
*        
Mergel
Cokelat keabu-abuan
Tanaman jati
tanah campuran dari batuan kapur,
pasir, dan tanah liat yang dikarenakan hujan yang tidak
merata.
Banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran
rendah seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara.

*        
Tanah kapur (rezina)
Putih
Kelapa
tanah yang terbentuk dari
bahan induk kapur yang mengalami laterisasi lemah
Banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi,
Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatra.

*        
Terasosa
Putih agak kemerah-merahan
Tembakau, dll
tanah hasil pelapukan batuan
kapur.
Daerah
persebarannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa
Tenggara, Maluku, dan Sumatra.
Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah dolina dan
merupakan daerah pertanian yang subur
*        
Tanah humus
Hitam
Segala jenis tumbuhan
tanah hasil pelapukan tumbuhan
(bahan organik)
Banyak terdapat di Kalimantan, Sumatra,
Sulawesi, dan Papua.
sangat subur, cocok untuk
pertanian.
*        
Tanah podzol
Kuning keabu-abuan
Teh, karet, kopi, dll
tanah yang terjadi karena temperatur
dan curah hujan yang tinggi,
Banyak
terdapat di pegunungan tinggi.
sifatnya mudah basah, dan
subur jika terkena air.
*        
Tanah laterit
Dari keabu-abuan menjadi kemerah-merahan

tanah yang terbentuk karena
temperatur dan curah hujan yang tinggi.
Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
jenis tanah
ini kurang subur
*        
Tanah vulkanis
cokelat
Segala jenis tanaman
tanah hasil pelapukan bahan padat
dan bahan cair yang dikeluarkan gunung berapi
terdapat di daerah Jawa, Sumatra, Bali, Lombok,
Halmahera, dan Sulawesi.
Jenis tanah
ini sangat subur dan cocok untuk pertanian.
*        
Tanah Pasir
Abu-abu tua
Kelapa, jagung, dll
tanah hasil pelapukan batuan beku
dan sedimen dan tidak berstruktur.
terdapat di pantai barat Sumatra Barat,
Jawa Timur, dan Sulawesi.
Jenis tanah ini kurang
baik untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan
organik.

VII.        Profil Tanah
Perhatikan gambar di bawah ini !
Tanah mempunyai profil. Profil tersebuat adalah seperti berikut:
a)   Horison o : lap permukaan, terbanyak akar tanaman, hewan tanah. Kaya akan humus
b)  Horison a : banyak humus, berwarna abu-abu, lebih pucat krn banyak kandungan mineral.
c)   Horison b : sedikit humus. Sebagian mineral terhanyut dr horison a
d)  Horison c : tempat terjadinya pelapukan & batuan dihancurkan
e)   Horison d : batuan tua (batuan asli)

VIII.        Upaya untuk menjaga kesehatan tanah
Upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menjaga kesehatan tanah adalah sebagai berikut:
a.   Tidak mencemari tanah
b.   Menggunakan pupuk menurut takaran
c.   Rutin untuk membalik tanah (menggemburkan)
d.   Sering mengganti tanaman
e.   Dll.

Sumber Materi:
*       BSE Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs kelas VIII
oleh : Sri Sudarmi
           Waluyo
*       LKS IPS Kelas VIII Semester Ganjil wilayah Nganjuk
*       Materi OSN IPS  Bab Geografi (pedosfer) oleh Ibu Wiwik Sri Utami
*       http://www.id.shvoong.com/